≡ Menu

Alasan Mengapa Anda Mengalami Dejavu.

Mengapa Déjà vu bisa terjadi ?
Pernahkah anda merasa atau mengalami suatu peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya? contohnya seperti anda a pernah berkunjung ke suatu tempat, dimana anda baru pertama kali berkunjung ke tempat tersebut, tetapi seakan- akan anda pernah berkunjung ke tempat tersebut  bahkan anda bisa merasakan kondisi dan situasi saat berada disana tanpa anda mengetahui kapan anda pernah kesana sebelumnya. Percaya atau tidak, namun pada umumnya semua orang pernah menglami hal ini. Ya, kita dapat menamakan hal ini sebagai déjà vu. Banyak orang mendefinisikan déjà vu sebagai gangguan pada otak sedangkan yang lainnya berpendapat bahwa déjà vu berhubungan erat dengan kehidupan lain di masa lalu. 


Istilah déjà vu ini berasal dari bahasa Prancis  yang pertama kali di perkenalkan oleh seorang peneliti di bidang psikolog berkebangsaan Prancis yaitu Emile Boirac. Lalu apa yang di maksud déjà vu itu sendiri? Déjà vu adalah suatu peristiwa yang dialami oleh seseorang yang mana ia merasa yakin telah mengalami peristiwa baru tersebut sebelumnya. Dan seseorang yang mengalami hal yang baru itu tersebut merasakan suatu kesamaan yang telah dialami di masa lalu atau telah melihat hal tersebut dalam mimpinya. 

Pertanyaan yang muncul adalah mengapa déjà vu bisa terjadi? Jangan berpikiran bahwa ini adalah fenomena alam yang tidak mampu dijelaskan secara ilmiah karena para ilmuan telah menemukan jawaban akan fenomena yang ada dalam alam pikiran manusia tersebut. Déjà vu terjadi karena adanya gelombang yang diantarkan ke dalam otak. Gelombang tersebut tercipta setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia. Gelombang ini lalu diterjemahkan ke dalam bentuk impuls listrik lalu dikirim ke otak dan dibaca. 

Tapi ada kalanya otak kita memiliki sensitivitas tinggi sehingga gelombang yang dibaca berupa amplitudo dan frekuensi tertentu tergantung dari kualitas otak kita.
Contoh sederhananya suatu waktu kita dalam hati mendendangkan sebuah lagu. Lalu kita menyalakan radio dan di radio sedang dimainkan lagu yang sedang kita pikirkan tadi. Langsung kita berpikir “déjà vu”. 
Padahal, ini menunjukkan bahwa gelombang radio yang dikirim oleh stasiun pemancar, selain diterima oleh radio kita, juga dibaca oleh otak kita karena sifat otak kita yang super sensitive dalam menerima gelombang listrik itu tadi.Ada lagi teori lain yang menjelaskan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.

Sebuah survei pada tahun 2004 menyebutkan bahwa sekitar 70% populasi pernah mengalami hal seperti ini.  Ada tiga jenis déjà vu yaitu :

1.     Deja Senti ( memikirkannya )
Para ahli peneliti berpendapat bahwa hal ini merupakan fenomena kejiwaan yang mana sesuatu yang dirasakan pasda masa lalu tersebut sangat mirip dengan apa yang dirasakan sekarang, dan dengan kesamaan peristiwa tersebut membuat seseorang merasa bahwa telah merasakan hal yang sama pula pada masa lalu.
 
2.     Deja Vecu ( mengalami )
Perasaan yang terjadi pada Deja Vecu lebih kuat daripada déjà vu. Deja vecu seseorang akan merasa pernah berada dalam suatu kondisi sebelumnya dengan ingatan yang lebih detail seperti ingat akan suara ataupun bau.

3.     Deja Visite ( mengunjungi )
Deja Viste ini adalah suatu perasaan dimana  perasaan tersebut berpendapat bahwa pernah mengunjungi suatu tempat yang benar-benar baru. Dan biasanya  memiliki pengetahuan tentang suatu tempat yang belum pernah dikunjungi. 

{ 0 comments… add one }

Berikan komentar