≡ Menu

Motivasi Tidak Lebih Penting daripada Disiplin

Motivasi memang sangatlah penting, tapi bagaimana jika tidak diimbangi dengan disiplin? lalu penting mana antara disiplin dan motivasi? Berikut catatankecil.com berikan ulasannya.

Banyak yang tidak menyadari bahwa ternyata ada banyak masalah didalam sebuah motivasi, diantaranya adalah :

1. Motivasi cepat hilang

Motivasi datang dan pergi sesuai dengan mood dan perasaan Kita. Efek termotivasi mungkin tidak akan terasa sampai satu bulan, satu minggu, satu hari, atau bahkan hanya bertahan saat Kita benar-benar ingat tentang pesan motivasi tersebut. Karena tidak jarang dari Kita yang termotivasi hanya sesaat ketika pesan motivasi itu masih Kita ingat.

2. Motivasi bersifat kondisional dan situasional

Motivasi biasanya muncul pada kondisi yang sesuai dengan keadaan Kita. Bagaimana perasaan dan mood Anda? Jika Anda tidak tertarik untuk melakukannya, maka Anda akan meninggalkannya dan itu artinya motivasi muncul jika Anda benar-benar mau melakukannya.

Saat Kita tidak mau melakukannya, karena tidak termotivasi, semakin lama Kita akan merasa semakin malas mengerjakannya.

3. Motivasi ada di mana saja

Setiap hari Kita melihat orang-orang mencoba untuk termotivasi melakukan dan mengerjakan sesuatu, untuk membuat perubahan. Diantara Kita akan membaca, menonton sesuatu, atau menghadiri sebuah seminar untuk menjadi ‘termotivasi’, Tapi hal itu tidak membuat mereka beraksi atau praktek secara langsung.

Banyak dari Kita sering menyatakan “Saya termotivasi untuk melakukan hal ini.” atau “Saya termotivasi untuk melakukan hal itu.” Tapi tidak melakukan apa-apa. Jadi, berhentilah termotivasi dan lakukan sajalah! Anda tidak butuh motivasi, Anda butuh disiplin!

Disiplin benar-benar berbeda dengan motivasi

1. Disiplin adalah konsisten

Konsistensi dalam disiplin adalah hal yang membuatnya disebut disiplin. Kita setiap hari melakukannya, berulang-ulang, hari demi hari dan terus meningkat hasilnya adalah sebuah kedisiplinan.

2. Disiplin akan menjadi kebiasaan

Disiplin tidak terjadi begitu saja. Dengan tekad dan niat yang kuat, disengaja dan diulang-ulang setiap hari hingga menjadi kebiasaan Kita.

3. Disiplin adalah proses pembentukan sikap

Disiplin terkadang memang tidak menyenangkan, karena pada dasarnya manusia itu tidak disiplin, tapi jika Kita mau sukses, maka disiplin adalah cara terbaik untuk mewujudkan kesuksesan Kita.

Ketika Kita telah termotivasi, segera imbangi dengan disiplin yang tinggi. Karena motivasi hanya awalan saja, sisanya adalah disiplin diri.

Bagaimana cara agar bisa lebih disiplin?

1. Simpan semua alasan dan “maklum”

Ada sebuah pepatah mengatakan, “orang yang banyak beralasan adalah orang yang sulit untuk mencapai kesuksesan”. Hal itu memang benar.

2. Buat rutinitas

Rutinitas ini bukan hal yang tiba-tiba muncul. Tetapi rutinitas adalah proses yang dibentuk oleh Kita. Bentuk sederhana untuk membuat rutinitas adalah seperti halnya Kita membuat sebuat program atau robot. Tidak menggunakan emosi dan perasaan Kita. Contoh, “Jika ini.. maka.. itu”.

Buat rencana tertulis, lalu lakukan. Saat Kita melanggar atau tidak melaksanakan rencana tersebut, jangan memberikan alasan dan pemakluman terhadap diri sendiri karena hal itu sama saja dengan membuat sikap bebas dan tidak bisa disiplin.

3. Anggaplah keputusan Anda sangat bernilai

Tanyakan pada Kita sendiri, seberapa Kita menginginkannya? Kita tentu harus mengorbankan sesuatu, jika Kita benar-benar menginginkan sesuatu. Maka anggaplah hal tersebut sangat bernilai.

“Jika Kita memutuskan hal tersebut sangat bernilai untuk diri kita sendiri, maka……. “

4. Berinvestasilah pada tujuan Kita

Berinvestasilah atau bertaruh pada sesuatu yang benar-benar berarti bagi Kita, akan membuat Kita selalu ingat dengan hal tersebut dan mau tidak mau Kita akan melakukannya. Karena Kita pasti tidak mau hal yang sudah Kita korbannya hilang begitu saja tanpa ada hasilnya.

5. Terus lakukan

Terkadang untuk mendisiplinkan diri, ada saat dimana Kita benar-benar ingin menyerah, tetapi jangan pernah memutuskan untuk berhenti. Teruskan saja. Disiplin tidak bergantung pada perasaan Anda. Hal ini akan tetap berjalan walaupun seberapa jeleknya mood Anda.

When you think you are done, you’re only 40% of what your body is capable of doing. That’s just the limit that we put on ourselves. – David Goggins

6.  Kuasai diri Kita sendiri

Seringkali pikiran dan perasaan Kita menguasai penuh apa yang sebenernya Kita inginkan. Saat Kita menginginkan sesuatu, terkadang pikiran atau perasaan Kita mengatakan, “ah sudahlah cari aman saja” atau “saya tidak mungkin bisa melakukannya.”

Singkirkan pikiran tersebut dan kuasai dengan mengalahkan diri sendiri. Dan yakinlah Kita bisa melakukannya.

7. Keluarlah dari zona nyaman

Segera bergerak. Anda tidak butuh alasan lain untuk memulai sebuah disiplin.

Anda tidak membutuhkan inspirasi dan motivasi lain. Anda tidak membutuhkan motivasi apapun lagi. Yang Anda butuhkan adalah lebih banyak disiplin dan Anda harus memulainya dari sekarang.

{ 0 comments… add one }

Berikan komentar