≡ Menu

Perbedaan otak laki-laki dan perempuan Secara Emosi

Perbedaan otak laki-laki dan perempuan secara emosi merupakan ciri dasar antara laki-laki dan perempuan untuk melakukan suatu hal pekerjaan. Sebelum membaca perbedaan otak laki-laki dan perempuan secara emosi, Anda dapat mengetahui perbedaan otak laki-laki dan perempuan dari masa pertumbuhannya disini.

Perbedaan Otak Laki-laki dan Perempuan Secara Emosi

Secara pertumbuhan, otak perempuan terhubung lebih baik dan lebih kompleks dibanding otak laki-laki. Soerang ahli neurologi dari Universitas California, Los Angeles, DR. Rober Groski, menemukan bahwa corpus collosum pada otak perempuan lebih tebal daripada laki-laki sehingga perempuan mampu mengerjakan berbagai pekerjaan yang tidak saling berhubungan dalam satu waktu atau Kita kenal dengan istilah multitasking.

Adalah hal yang sudah biasa Kita lihat seorang Ibu melakukan pekerjaan multitasking. Seperti memasak sambil menyuapi si kecil, membuat bumbu masakan sambil ngobrol dengan ibu-ibu yang lain dsb.

Sedangkan pada laki-laki, multitasking adalah hal yang cenderung cukup sulit dan hanya bisa fokus pada satu hal. Saat laki-laki sedang fokus dan berkonsentrasi, daya pendengaranya cenderung akan menurun. Sehingga, jika laki-laki sedang fokus terhadap pekerjaan atau hal tertentu, sebaiknya datangi dan menepuk pundak daripada harus memanggilnya terus menerus.

Perbedaan otak laki-laki dan perempuan secara emosi mengakibatkan cara menyimak dan mengekspresikan sesuatu dengan berbeda. Jika perempuan akan banyak mengekspresikan perasaannya melalui wajah, laki-laki cenderung datar dan kurang ekspresif. Contohnya, jika perempuan bertemu temannya di Mall atau di jalan, mereka akan membuka pembicaraan dengan cara yang “ramai” semisal, “hai, apa kabar?!” “kemana aja ngga’ pernah main?” dsb, disertai gestur dan ekspresi wajah yang berubah-ubah.

Perbedaan otak laki-laki dan perempuan secara emosi membuat perempuan lebih menginginkan hubungan dan kerjasama sedangkan laki-laki menginginkan kekuasaaan kedudukan dan persaingan. Hal sederhana yang sering kita lihat adalah perempuan cenderung mengajak teman untuk ke kamar mandi, sedangkan laki-laki lebih cuek dan jika ingin ke kamar mandi tanpa banyak bicara tapi langsung pergi begitu saja.

Letak emosi pada laki-laki umumnya terletak di sebelah kanan yang berarti perasaan dapat bekerja secara terpisah dari fungsi-fungsi otak yang lain. Sedangkan pada perempuan, titik emosi tersebar pada kedua belahan otak sehingga perasaannya menjadi lebih aktif serempak bersama dengan fungsi otak lain. Contoh : ketika ban bocor, laki-laki lebih berpikir bagaimana caranya agar ban dapat diperbaiki dengan cepat, sedangkan perempuan bisa saja menangis saat menunggu ban bocor diperbaiki.

Perbedaan otak laki-laki dan perempuan secara emosi juga mengakibatkan tingkat kejujuran antara laki-laki dan perempuan sangat berbeda. Laki-laki lebih suka berterus terang dan jujur apa adanya, sedangkan perempuan cenderung menutupi. Contoh : Sepasang kekasih sedang berjalan-jalan disebuah taman, sang perempuan sedang mempunyai masalah sehingga sepanjang perjalanan Ia cemberut dan sang kekasih menanyakan ada masalah apa. “kamu kenapa sayang, kok cemberut dari tadi?” sang perempuan menjawab “nggak apa-apa”. Setelah itu laki-laki menganggap memang tidak terjadi apa-apa, tapi beberapa saat kemudian sang perempuan berbicara kembali, “kenapa sih kamu nggak ngerti banget!”. (Hahaha, apakah Anda pernah mengalami hal tersebut?!)

Itulah beberapa perbedaan otak laki-laki dan perempuan secara emosi, semoga dengan mengetahui hal ini, Kita dapat bersikap dengan tepat apa yang harus dilakukan terhadap lawan jenis Kita.

Pepatah mengatakan, “laki-laki akan sulit mengerti wanita karena wanita sendiri tidak mengerti dengan kondisi mereka sendiri”

{ 0 comments… add one }

Berikan komentar