Terapi untuk Penderita Insomnia

Terapi untuk Penderita Insomnia – Terapi terhadap penderita insomnia dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti berikut ini:

  1. CBT (Cognitive Behavioral Therapy)

CBT digunakan untuk memperbaiki distorsi kognitif si penderita dalam memandang dirinya, lingkungannya dan masa depannya. Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya dirinya sehingga penderita merasa berdaya atau merasa bahwa dirinya masih berharga. Perasaan inilah yang mendorong dirinya bekerja lebih maksimal disiang hari, melepaskan segala beban dimalam hari dan dengan keadaan yang tenang hingga dapat tidur dengan nyenyak.

  1. Sleep Restriction Therapy

Sleep Restriction Therapy digunakan untuk memperbaiki efisiensi tidur sipenderita insomnia. Pada terapi ini, penderita insomnia akan diberikan terapi untuk mengoptimalkan fungsi tidurnya. Walapun mungkin tidurnya dalam jangka waktu sedikit, tetapi dapat lelap dan nyenyak sehingga tidak perlu merasa kekurangan tidur atau bahkan tidak merasa tidak tidur.

Sering kali penderita insomnia sebenarnya tidur dalam jumlah yang banyak, tetapi karena minculnya perasaan kurang tidur atau tidak tidur tersebut memicu rasa tidak enak ketika bangun tidur. Dengan adanya perasaan tersebut, pikiran menjadi tersugesti jikalau kondisinya tidak sehat, tidak fit seperti mereka yang tidur dalam waktu yang cukup.

  1. Stimulus Control Therapy

Stimulus Control Therapy berguna untuk mempertahankan waktu bangun pagi si penderita secara regular. Penderita insomnia harus memperhatikan waktu tidur malam dan melarang si penderita untuk tidur pada siang hari meski hanya sesaat. Dengan demikian, tanpa tidur siang penderita insomnia diharapkan bisa cepat tidur dan dapat menikmati tidur lelap di malam hari.

  1. Relaxation Therapy

Berguna untuk membuat si penderita rileks pada saat dihadapkan pada saat dihadapkan pada kondisi yang penuh ketegangan. Terapi ini biasanya menggunakan paduan suara-suara tertentu yang didesain khusus untuk memunculkan efek relaksasi

  1. Cognitive Therapy

Cognitive Therapy berguna untuk mengidentifikasi sikap dan kepercayaan si penderita yang salah mengenai tidur. Yang diubah adalah pemikiran dan pemahamannya tentang tidur. Jika selama menderita insomnia sebelumnya selalu berpikir tidak bisa tidur atau kekurangan tidur maka dengan terapi ini akan dibantu untuk memikirkan bisa tidur cukup dan dapat menikmati tidur dengan nyenyak seperti orang normal lainnya.

  1. Imagery Training

Imagery Training adalah pelatihan yang bertujuan untuk mengganti pikiran-pikiran si penderita yang tidak menyenangkan menjadi pikiran-pikiran yang menyenangkan. Banyak diantara para penderita insomnia karena faktor psikologis yang menggunakan obat tidur untuk mengatasi insomnianya. Namun penggunanan yang sering tentu menimbulkan efek samping yang negatif baik secara fisiologis (efek terhadap organ fungsi organ tubuh) serta efek psikologis.

Demikianlah terapi-terapi yang biasa diberikan atau Terapi untuk Penderita Insomnia. Masing-masing dapat dipilih sesuai kondisi. Untuk dapat memilih jenis terapi yang tepat dan sesuai dengan tingkat keparahan insomnia, silahkan kunjungi dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *