≡ Menu
Catatan Kecil

BiliCam, Aplikasi Deteksi Cepat Penyakit Kuning pada Bayi

in tekno

iliCam, Aplikasi Deteksi Cepat Penyakit Kuning pada Bayi – Sebuah aplikasi smartphone yang dinamakan billicam ini membantu mendiagnosis penyakit kuning pada bayi yang baru lahir, aplikasi tersebut tengah dikembangkan oleh sebuah penelitian dari universitas Washington di amerika serikat. Penyakit kuning kerap terjadi terhadap bayi yang baru lahir, pasalnya hati pada

bayi belum sepenuhnya matang yang menyebabkan darah pada bayi mengandung bilirubin terlalu banyak, pigmen kuning sel pada darah merah dengan ciri-ciri fisik pada bayi tersebut memiliki warna kuning pada kulit dan mata. Namun jika tidak cepat menanggapi penyakit kuning tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan komplikasi lainnya.

Bilicam, aplikasi deteksi cepat penyakit kuning pada bayi sangat membantu mendeteksi kondisi pada bayi dikarenakan sebelum adanya aplikasi tersebut terbilang tidak mudah untuk mendiagnosa penyakit tersebut. Aplikasi yang diberi nama bilicam ini tentu menggunakan kamera pada smartphone dan sebuah katu kalibrasi untuk mendeteksi kondisi bayi yang kemudian diletakkan diatas perut bayi.

Seorang professor dan direktur medis universitas Washington diamerika serikat mengatakan “percobaan aplikasi bilicam pada smartphone ini benar-benar untuk bayi. Orang tua atau para perawat medis bisa mendapatkan gambaran yang akurat tentang bilirubin, hal ini untuk menjembatani kesenjangan setelah mereka meninggalkan rumah sakit”.

Kehadiran aplikasi bilicam tentu sangat efektif dan memberikan ketenangan pada orang tua terhadap bayi yang baru lahir dikarenakan selain akurat juga sangat sederhana ketimbang menggunakan alat skrining saat ini yang tentu saja mengeluarkan biaya yang tidak murah.

Para peneliti berharap aplikasi bilicam dapat digunakan dirumah dalam dua tahun kedepan dengan menerima persetujuan dari pihak terkait. Demikian Bilicam, aplikasi deteksi cepat penyakit kuning pada bayi semoga menambah pengetahuan kita terhadap teknologi informasi dan medis.

0 comments… add one

Leave a Comment