≡ Menu
Catatan Kecil

Tips Resepsi Pernikahan yang Islami

in tips

Lebaran telah usai dan biasanya setelah lebaran banyak sekali pasangan kekasih yang akan melanjutkan hubungannya ke jenjang pernikahan. Bagi Anda yang juga akan melangsungkan pernikahan, Catatankecil.com kali ini akan berbagi informasi tentang bagaimana merencanakan resepsi / walimah secara sederhana tapi tetap tidak mengurangi nilai sakral nya pernikahan itu sendiri.

Resepsi pernikahan yang “umum” saat ini

Walimatul ‘ursy atau resepsi pernikahan memang pada hakikatnya adalah berbagi kebahagian atas karunia nikah bagi yang melangsungkan kepada keluarga, saudara & teman. Sehingga pada pelaksanaannya sebenarnya tidak perlu sampai memaksakan acara yang memang diluar kemampuan calon pengantin. Namun yang terjadi saat ini mungkin banyak yang terjadi seperti ini.

1. “terpaksa” menikah cepat
Menikah cepat karena terpaksa dengan keadaan. Mungkin sebagian sudah mengerti & sudah banyak menemui pernikahan yang seperti ini. Karena pernikahan didasarkan oleh nafsu syahwat, yang pada akhirnya dengan kondisi seadanya keluarga menjadi penopang untuk melangsungkan resepsi pernikahan. Na’udzubillah. Dan tidak dianjurkan bagi orang mukmin untuk hadir dalam acara tersebut.

2. “Biar tekor asal kesohor”
Ini sering & bisa temui di beberapa daerah yang tingkat sosial & derajat tiap keluarga dilihat dari segi ekonomi. Atau istilah lain adalah “panasan” (panas hati jika melihat orang lain mempunyai kemampuan lebih untuk melakukan sesuatu hal yang sama). Bahasa lainnya bisa kita sebut sirik. Susah lihat orang lain seneng, seneng lihat orang lain susah. Demi tersohor, rela untuk mengeluarkan dana sebesar-besarnya (bahkan sampai hutang) untuk meningkatkan gengsi dimata orang lain.

3. Lebih mengutamakan adat istiadat dibanding dengan syariat
Sesajen, umbo rampe, pedupan, suji dsb. Mungkin bagi orang-orang tua kita yang tidak mengerti tentang islam menganggap hal ini wajib bagi setiap mengadakan acara. Entah maksud dan tujuannya apa, namun adat seperti ini jika kita tidak terima, maka sebagian besar perdebatan tidak terelakan. Sebaiknya hal seperti ini dibicarakan melalui pihak ketiga (ustadz atau kyai) tidak langsung oleh anak kepada orang tua agar tidak terjadi perdebatan.

Adab Walimah (Resepsi Pernikahan) yang Islami

Karena pernikahan adalah ibadah, maka segala sesuatu yang berkaitan dengannya, termasuk tata cara pernikahanpun tidak boleh keluar dari konteks ibadah, yakni tidak keluar dari aturan islam. Meskipun walimatul ‘ursy tidak terpisahkan statusnya dari acara pernikahan sebagai ibadah, namun dalam pelaksanaanya seringkali cenderung didominasi oleh adat-istiadat setempat yang disadari atau tidak akan merusak nilai ibadah itu sendiri. Islam menganjurkan mengadakan walimah, walaupun dalam bentuk yang sederhana.

Hal- hal yang harus diperhatikan pada penyelenggaraan Resepsi Pernikahan

1. Bertujuan untuk melaksanakan ibadah.
Tidak dibenarkan menyelenggarakan walimah dengan didasari oleh kepentingan-kepentingan selain mencari ridlo Allah SWT. Harus dijauhkan upacara-upacara yang mengandung kemusyirikan. Seperti ada sesajian atau bentuk-bentuk yang dipengaruhi oleh agama Budha dan Hindu. Menghindari kecenderungan sikap riya’ yakni memamerkan kemewahan, kekayaan atau kecantikan dan hal-hal lain yang sejenis.

2. Menghindari kemaksiatan
Harus dihindari suasana campur baur (iktilath) antara undangan laki-laki dan wanita karena memang secara khusus kehidupan kelompok laki-laki dan kelompok wanita adalah terpisah. Anda juga dapat mengetahui hal-hal yang sebaiknya dihindari sebelum pernikahan.

3. Mengundang kaum fakir miskin.
Tidak membatasi pada undangan kaum kaya saja. “Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah dimana orang-orang miskin tidak diundang. (H.R. Muslim dan Baihaqi)

4. Menutup aurat dan tidak tabaruj.
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istrimu, anak-anak perempuanmu, wanita-wanita mukmin agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka.” (QS. Al-Ahzab 59)

5. Tidak menjadikan gadis sebagai penerima tamu laki-laki.
“Katakanlah kepada laki-laki beriman, hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Q.S. 29:30)

Itulah Tips Resepsi Pernikahan yang Islami yang dapat Anda pertimbangkan sebelum melaksanakan pernikahan.

Resepsi Pernikahan (Walimatul Urs’ / Resepsi / Syukuran) meskipun hanya 1 hari atau 2 hari, namun pada pelaksanaannya membutuhkan banyak hal yang perlu disiapkan sejak jauh hari (minimal 1 bulan sebelumnya). Beberapa tips menjelang pernikahan dan Tips Resepsi Pernikahan Berkesan mungkin dapat membantu untuk merencanakan resepsi pernikahan secara umumnya. Semoga bermanfaat.

0 comments… add one

Leave a Comment