Makanan Pendamping ASI yang Tepat untuk Bayi Anda

Makanan pendamping ASI merupakan hal yang cukup bagi bayi Anda untuk mengenal makanan secara bertahap. Bunda dapat memperkenalkan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) kepada bayi setelah ia berusia 6 bulan lebih. Karena asupan terbaik untuk bayi hingga usia 6 bulan adalah ASI Eksklusif.


Ketika bayi sudah siap menerima MPASI, biasanya ia akan memberikan tanda-tanda atau “sinyal” bahwa ia siap menerima makanan pendamping ASI. Bunda dapat melihat cirinya, yaitu apabila ia sudah bisa menahan kepalanya dalam posisi tegak dengan stabil. Ciri lainnya adalah saat bayi sudah mulai berhenti menggunakan lidahnya untuk mendorong makanan keluar dari mulutnya. Yang terpenting juga yaitu bayi sudah bisa duduk dengan tegak, meskipun dengan bersandar. Dalam kondisi tertentu, bayi seringkali terlihat “kelaparan”, meskipun sudah 8-10 kali minum ASI/Sufor dalam sehari.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pengenalan makanan pendamping ASI adalah sebagai  berikut:

Makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan sedikit demi sedikit, misalnya 2 -3 sendok pada saat pertama, dan jumlahnya bisa ditambah seiring perkembangan bayi, agar bayi terbiasa dengan tekstur makanan pendamping ASI tersebut.
Pemberian MPASI juga dapat dilakukan di sela-sela pemberian ASI dan dilakukan harus secara bertahap pula. Misalnya untuk pertama 1 kali dalam sehari, kemudian meningkat menjadi 3 kali dalam sehari.

Bunda dapat menggunakan tepung beras sebagai makanan pendamping ASI pertama untuk bayi bunda. Karena kandungan tepung beras sangat kecil kemungkinannya untuk menyebabkan alergi pada bayi. Namun, Bunda juga harus memilih jenis tepung beras yang baik. Tepung beras yang bagus adalah yang berasal dari beras pecah kulit yang lebih banyak kandungan gizinya.

Pengenalan makanan pendamping ASI jenis sayuran juga sebaiknya didahulukan daripada pengenalan jenis buah, karena rasa buah yang lebih manis dibanding sayuran yang lebih disukai bayi, dikhawatirkan bayi lebih cenderung untuk menolak makanan pendamping ASI (MPASI) dari jenis sayur yang rasanya lebih hambar. Bunda juga sebaiknya memilih jenis sayur dan buah yang mempunyai rasa manis namun bertekstur lembut.

Bunda juga sebaiknya menghindari penggunaan garam dan gula dalam pengenalan makanan pendamping ASI ini. Karena bayi Bunda usia 6-7 bulan, fungsi ginjal dan pencernaannya belum sempurna. Setelah usia 9 bulan, BUnda dapat menambahkan sedikit gula dan garam dalam makanan pendamping ASI untuk bayi Bunda, dan jumlahnya bertahap sesuai dengan usia bayi. Sedangkan untuk pengenalan merica, Bunda dapat mengenalkannya setelah anak berusia 2 tahun.

Meskipun makanan pendamping ASI cenderung hambar, namun Bunda dapat menggunakan kaldu ayam, kaldu sapi, atau ikan yang Bunda buat sendiri, Bunda juga bisa menambahkan berbagai bumbu seperti daun bawang, seledri atau daun salam, untuk menambah citarasa makanan pendamping ASI. Pada awal-awal pemberian makanan pendamping ASI ini, sebaiknya Bunda tidak banyak mencampur banyak jenis makanan, hal ini bertujuan agar Bunda dapat mengetahui reaksi bayi terhadap jenis makanan tertentu. Sebagai contoh, Bunda dapat memberikan satu jenis makanan pendamping ASI dalam 2-4 hari, jika dalam jangka waktu tersebut bayi Bunda mengalami reaksi yang kurang wajar atau alergi, Bunda dapat mengganti jenis makanan pendamping ASI dengan jenis lain.

Makanan pendamping ASI juga harus diperhatikan, apalagi jenis makanan yang sering menjadi pemicu alergi seperti telur, ikan, kacang, susu dan gandum. Sebagai contoh untuk Bunda, pemberian telur untuk bayi dapat diberikan kepada bayi sejak umur 6 bulan, namun pemberian telur kepada bayi Bunda hanya bagian kuning saja , karena bagian putih telur sering kali memicu reaksi alergi. 

Pemberian madu sebagai makanan pendamping ASI juga sebaiknya diberikan pada bayi usia lebih dari 1 tahun karena madu juga seringkali mengandung suatu jenis bakteri yang dapat menghasilkan racun pada saluran pencernaan bayi yang dikenal sebagai toksin botulinnum (infant botulism).

Dan yang terpenting dari itu semua, pengolahan makanan pendamping ASI harus higienis dan peralatan yang digunakan juga diperhatikan kebersihannya. Semoga artikel ini dapat membantu Bunda yaaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *